Pendahuluan
Dalam sistem water treatment dan reverse osmosis (RO), pemilihan pH electrode yang tepat sangat menentukan akurasi pengukuran, stabilitas proses, dan umur pakai sensor. Tidak semua pH electrode cocok untuk semua aplikasi—perbedaan desain ujung sensor (flat atau bulb) serta material khusus (HF resistant, low conductivity) dibuat untuk kondisi proses yang berbeda.
Artikel ini menjelaskan perbedaan pH electrode Flat vs Bulb vs HF vs LC agar Anda dapat memilih sensor yang paling sesuai dengan aplikasi lapangan.
Sekilas Tentang pH Electrode dalam Water Treatment
pH electrode berfungsi mengukur tingkat keasaman atau kebasaan air. Pada aplikasi industri, electrode harus:
- tahan kondisi proses,
- stabil pada temperatur dan tekanan,
- kompatibel dengan sistem instrumentasi.
Untuk sistem GF Signet, pH electrode DryLoc® dirancang bekerja optimal dengan GF Signet 2751 pH/ORP Smart Sensor Electronics serta transmitter seperti GF Signet 9900 dan 9950.
Jenis pH Electrode dan Karakteristiknya
1. pH Electrode Flat Tip
Ciri utama:
- Ujung sensor datar (flat glass)
- Lebih mudah dibersihkan
- Minim penumpukan kotoran
Kapan dipakai:
- Air dengan potensi fouling (lumpur ringan, slurry halus)
- Aplikasi water treatment umum
- Proses dengan kemungkinan deposit pada sensor
➡️ Flat tip cocok untuk stabilitas jangka panjang pada air yang tidak sepenuhnya bersih.
2. pH Electrode Bulb Tip
Ciri utama:
- Ujung sensor berbentuk bulat (bulb glass)
- Sensitivitas tinggi
- Respon cepat
Kapan dipakai:
- Clean water
- RO permeate
- Proses yang membutuhkan akurasi tinggi
➡️ Bulb tip adalah pilihan paling umum untuk water treatment dengan kualitas air baik.
3. pH Electrode HF Resistant
Ciri utama:
- Material glass khusus tahan Hydrofluoric Acid (HF)
- Dirancang untuk trace HF (< 2%)
Kapan dipakai:
- Proses dengan kandungan HF rendah
- Aplikasi industri kimia tertentu
- Sistem yang tidak cocok memakai bulb standar
➡️ Tanpa tipe HF resistant, bulb biasa bisa rusak cepat.
4. pH Electrode Low Conductivity (LC)
Ciri utama:
- Dirancang untuk air dengan konduktivitas sangat rendah
- Stabil pada 20–100 µS/cm
Kapan dipakai:
- RO permeate
- Demineralized water
- DI water system
➡️ pH electrode standar sering tidak stabil di air sangat murni—LC adalah solusinya.
Tabel Perbandingan pH Electrode
| Tipe pH Electrode | Karakteristik Utama | Aplikasi Ideal |
|---|---|---|
| Flat Tip | Anti fouling, mudah dibersihkan | Water treatment umum |
| Bulb Tip | Akurasi tinggi, respon cepat | Clean water, RO permeate |
| HF Resistant | Tahan HF < 2% | Industri kimia tertentu |
| Low Conductivity (LC) | Stabil di air murni | RO permeate, DI water |
Kaitan dengan Sistem GF Signet
pH electrode tipe Flat, Bulb, HF, dan LC umumnya digunakan bersama:
- GF Signet DryLoc pH Electrode Series 2724 / 2726
- GF Signet 2751 DryLoc pH/ORP Sensor Electronics
- GF Signet 9900 Transmitter
- GF Signet 9950 Controller
Pemilihan tipe electrode yang tepat akan meningkatkan akurasi pembacaan, mengurangi downtime, dan memperpanjang umur sensor.
Kesimpulan
Tidak ada satu jenis pH electrode yang cocok untuk semua aplikasi.
Flat, Bulb, HF Resistant, dan Low Conductivity masing-masing dirancang untuk kondisi proses yang berbeda.
Dengan memahami perbedaan pH electrode Flat vs Bulb vs HF vs LC, Anda dapat:
- menghindari kesalahan pemilihan sensor,
- meningkatkan keandalan sistem,
- dan mengoptimalkan performa water treatment atau RO system.
Hubungi kami
Masih ragu memilih pH electrode yang paling sesuai dengan aplikasi Anda?
Hubungi PFI Filtration untuk konsultasi teknis dan rekomendasi sensor pH GF Signet yang tepat untuk sistem water treatment atau industri Anda.
Chat dan email kantor kami:
WhatsApp : +62 812-9634-0505
Email : sales@profilterindonesia.com